Assamalu’alaikum WrWb


MENENGOK ISLAM KITA
Januari 3, 2009, 7:01 am
Filed under: Uncategorized

Kita seringkali menganggap bahwa kita adalah orang islam dengan segenap embel – embel yang mungkin telah ada dalam benak kita tentang islam. Islam sebagai sebuah agama tidak cukup hanya disebut dan diaku sebagai agama begitu saja. Akan tetapi Islam memiliki serangkaian tata aturan yang harus di taati dan dilaksanakan oleh orang islam. Islam bukan sekedar sebagai sebuah teori akan tetapi merupakan tata nilai yang harus diterapkan dalam kehidupan.
Akhir – akhir ini betapa banyak kita jumpai berbagai golongan yang mengatasnamakan islam. Akan tetapi apabila kita mencoba untuk mengkaji lebih dalam dan mencocokkan dengan Al- qur’an dan Hadits sebagai pedioman pokok islam, betapa jauhnya ajaran – ajaran yang ada dalam kelompok tersebut. Gejala- gejala ini telah ada begitu lama dalam masyarakat kita. Apabila sebagai seorang muslim kita tidak selektif dalam menyikapi dan menfilter segala informasi yang masuk bukan tidak mungkin kita justru akan ikut terbawa oleh pengaruh tersebut.
Sebagai sebuah agama islam begitu syarat dengan nilai – nilai luhur yang apabila kita mampu untuk mengambil insya Allah kita akan selamat dari berbagai pengaruh negatif yang ada.
Seseorang dikatakan sebagai seorang muslim apabila dia telah melaksanakan tuntunan – tuntunan islam. Diantara tuntunan- tuntunan itu yang paling pokok terdapat dalam rukun islam yang lima yaitu; syahadat, shalat, zakat, puasa dan haji.
Syahadat adalah rukun islam yang pertama dan memiliki arti fundamental dalam islam. Syahadat tidak hanya selesai hanya dengan diucapkan secara lisan. Akan tetapi syahadat memiliki makna jauh lebih dalam daripada sekedar diucapkan.
Dalam bahasa arab kata syahida yang memiliki arti kesaksian menuntut adanya penyaksian secara hakiki. Atinya tidak hanya selesai diucapkan begitu saja. Namun menuntut kita untuk tahu sekaligus melihat secara nyata terhadap obyek yang kita saksikan.
Kata syahida memberikan makna bahwa seseorang yang bersaksi terhadap sesuatu yang disaksikan harus senantiasa merasa dan terus berada dalm kesadaran pengawasan Dzat yang ia saksikan. Persaksian bahwa Allah adalah Tuha yang wajib di sembah menuntut agar orang yang bersaksi juga mampu dan dapat melihat Allah.
Lantas apakah manusia sebagai makhluk yang serba kekurangan, berbadan wadag yang kasar dan serba terbatas mampu menyaksikan Allah, Dzat Yang Maha Sempurna?. Pernyataan persaksian terhadap Allah tidak bisa dipahami secara sempit. Allah bisa dilihat akan tetapi tidak dengan mata telanjang. Allah dapat dilihat dengan pandangan mata batin yang senantiasa memancarkan cahaya kehidupan dan kesadaran. Apabila seorang hamba telah sadar betul akan hal ini, maka kesadaran ini akan terwujud dalam perilaku hidunya sehari- hari. Orang yang sadar bahwa Tuhan senantiasa adea dan tahu akan segala gerak – geriknya secara otomatis akan berpikir ribuan kali untuk berbuat hal yang dilarang oleh Tuhan. Sebalinya orang yang dalam persaksiannya hanya sebatas di bibir saja, maka ia akan dengan sangat mudahnya untuk melanggar bahkan menentang ajaran – ajaran Tuhan yang telah nyata di hadapannya. [Bersambung……]


1 Komentar so far
Tinggalkan komentar

assalamu’alaikum wrwb,,sobat tulisannya bagus sekali, makin bagus lagi kalo diterakan sumbernya dari ayat mana dan hadits apa agar lebih objektif neh..hehe kan saya yg lagi belajarbisa merujuk langsung ok ok

Komentar oleh rendyadamf




Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: