Assamalu’alaikum WrWb


MENENGOK ISLAM KITA
Januari 16, 2009, 7:27 am
Filed under: kajian

Kesaksian akan ketuhanan Allah harus menghapus segala bentuk kesaksian pada selain Allah. Kesaksian ini menuntut pada diri seorang hamba pada setiap aspek kehidupan baik secara lahir maupun batin. Satu misal, apabila kita bersaksi bahwa Allah adalah Dzat Yang Maha Agung/ Besar, maka secara otomatis apa yang selain Allah adalah kecil. Logikanya apabila ada sesuatu yang kecil berada di samping sesuatu yang besar maka ia tidak akan tampak. Apabila ternyata persaksian akan kebesaran dan keagungan Allah itu masih menyisakan wujud diri manusia, maka secara otomatis persaksian itu adalah palsu.

Kesaksian ini menuntut seseorang untuk senantiasa ingat kepada Allah dimanapun dan kapanpun adanya. Tidak peduli apakah itu dikeramaian atau di dalam keadaan sendiri.Apabila dalam keramaian atau dalam keadaan sendiri lupa atau tidak ingat akan Allah, maka persaksian itu adalah batal dan tidak memiliki arti sama sekali.

Selanjutnya persaksian akan kerasulan Nabi Muhammad SAW menuntut untuk senantiasa ingat dan terbayang selalu akan keagungan beliau. Suatu ketika beliau pernah ditanya tentang hakikat ikut pada beliau. Beliau menjawab bahwa ” Hakikat ikut adalah melihat yang diikuti ada pada setiap sesuatu, bersama segala sesuatu dan ada di dalam segala sesuatau”.

Pernyataan rasul diatas memberikan arti bahwa orang yang mengaku ikut pada beliau harus senantiasa merasa bahwa rasulullah saw adalah ashlul khilqah seluruh makhluk. Dalam sebuah Hadits qudsi di sebutkan bahwa  Allah SWT berfirman : ” Aku menciptakan Engkau (Muhammad) dari NURKU, dan Aku menciptakan semua makhluq dari NURMU”.

Dari hadits diatas menjadi jelaslah bagaimana hakikat mengikut pada pribadi beliau SAW. Maka teramat jauhlah bagi orang yang mengaku ikut pada beliau akan tetapi tidak pernah menyadari tentang hakikat ketaatan dan tabi’ atau iklut kepada beliau. Hal ini pula yang barangkali disidir Allah SWT dalam Al- Qur’an : ” Dan sebagian diantara umat manusia itu mengatakan bahwa mereka beriman Kepada Allah dan hari akhir padahal mereka itu bukanlah orang – orang yang beriman”.

Ayat ini memberikan pemahaman bahwa sebagian umat ada yang mengaku beriman kepada ALLAH, Rasulnya dan Hari akhir padahal sesungguhnya mereka bukanlah orang – orang yang beriman. Mereka tidak lebih dari orang – orang munafik yang senantiasa menebar kebohongan diantara umat. Mereka itu hanyalah orang – orang yang ingin mencari keuntungan akan diri mereka sendiri.Allahu A’lam


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: