Assamalu’alaikum WrWb


Januari 20, 2009, 3:49 pm
Filed under: Uncategorized

BAB I

PENDAHULUAN

Kepemimpinan adalah faktor yang sangat urgen dalam sebuah lembaga kepemimpinan atau yang lebih sering di sebut leadership adalah power of leading, artinya kekuatan untuk memimpin.[1] Kepemimpinan merupakan kemampuan yang memiliki nilai seni dalam menggerakkan, mengelola, mengarahkan dan mempengaruhi kinerja sebuah kelompok dalam upaya untuk mencapai tujuan yang di harapkan.

Kepemimpinan sebagai salah satu fungsi manajemen merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. Dengnan amat berta seolah-olah kepemimpinan di paksa untuk menghadapi berbagai macam faktor seperti, struktur atau tatanan,koalisi, kekuasaan, dan kondisi lingkungan organisasi. Sebalikya, kepemimpinan rasanya dapat dengna mudah menjadi satu alat penyelesaian yang luar biasa terhadap persoalan apa saja yang sedang menimpa suatu organisasi.[2]

Dengan demikian kepemimpinan memiliki arti penting dalam setiap lembaga tidak terkecuali dalam pendidikan Islam di madrasah. Madrasah yang merupakan wadah bagi umat Islam untuk mendidik putra-putrinya sangat membutuhkan kepemimpinan yang solid dalam rangka meningkatkan kualitas outputnya. Untuk tujuan ini mka madrasah harus berbenah dalam segala aspek manajerialnya dalam rangka meningkatkan mutu kualitas pendidikannya.

Salah satu aspek penting yang tak boleh terlupakan dalam kepemimpinan adalah kerjasama tim. Kerjasama tim mutlak diperlukan dalam sebuah kepemimpinan, tanmpa kerjasama tim yang baik, mustahil sebuah kepemimpinan bisa meraih keberhasilan dalam mengemban misinya. Karena pentingnya kerjasama tim dalam sebuah kepemimpinan, maka dalam Islam terdapat ungkapan bijak”

لاجماعة الا بماء موم ولا اما مة ا لا بطاعة

Tidak ada jama’ah kecuali dengn adanya makmum dan tidak ada imam kecuali dengan adanya ketaatan”

Makalah ini akan membahas tentang kepemimpinan dan kerjasama tim dalam meningkatkan mutu penddidkan di madrasah. Makalah ini ditulis sebagi bahan diskusi dalam perkuliahan Program Pasca Sarjana STAIN Tulungagung.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Kepemimpinan

Kepemimpinan atau yang sering di sebut dengan leadership adalah power of leading, artinya kekuatan untuk memimpin.[3] Beberapa ahli dan para pakar memberikan definisi kepemimpinan sebagi berikut:

a. Ngalim Purwanto mengemukakan bahwa yang dimaksud kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk di dalamnya kewibawaan untukdijadikan sebagia suatu sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnyaagar mereka mau dan daat melaksanakan tugas-tugas yang di bebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, kegembiraan batin, serta merasa tidak dipaksa.[4]

b. George R.Terry (1977-414) sebagaimana yang telah dikutip oleh Syaiful Sagala menyatakan kepemimpinan adalah hubungna antara seorang pemimpin dalam mempengaruhi orang lain untuk bekerjasama secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai yang di inginkan pemimpin.[5]

c. Soepardi sebagaimana dikutip E.Mulyasa menyebutkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk menngerakkan, mempengaruhi, memotivasi, mengajak, mengarahkan, menasehati, membimbing, menyuruh, memerintah,melarang, dan bahakan menghukum (kalau perlu) serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media manajemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan administrasi secara efektif dan efisien.[6]

Beberapa definisi kepemimpinan di atas, memberikan gambaran umum tentang sebuah kepemimpinan. Kepemimpinan memiliki sebuah indikasi kemampuan seseorang dalam menggerakkan, mengarahkan, menjalin hubungan dalam rangka memepengaruhi dan menggerakkan individu untuk bekerja sebagai bentuk upaya untuk mencapai tujuan.

a. Kepemimpinan Pendidikan Mutu

New World Dictionary mendefinisikan emimpin sebagi “Seseorang atau sesuatu yang memimpin; kepala yang mengarahkan, memerintahkan, atau membimbing yang di mulai dari sebuah kelompok atau kegiatan”.[7] Definisi tersebut tidak dapat dijalankan dalam lingkunngan berkesadaran mutu sekarang ini. Seoarang pemimpin mutu didefinisikan sebagai orang yang mengukur keberhasilannya denga individu-individu lain di dalam organisasi.[8]Artinya di dalam kepemimpinan mutu, keberhasilan tidak hanya di dasarkan pada keberhasilan atau kemempuan seorang pemimpin saja dalam melakukan sebuah tindakan. Akan tetapi keberhasilan itu didasarkan atas keberhasilan setiap anggota tim dalam organisasi tersebut dalam melaksanakan tugas dan peranannya masig-masing.

Definisi pemimpin dalam mutu sebagaimana di atas, telah meberikan perubahan terhadap asumsi pemimpin di era sekarang kalau pemimpin di masa dulu dianggap sebagai orang yang memiliki peran paling hebat diantara lainnyadalam menentukan keberhasilan organisasi. Sebaliknya dalam kepemimpinan muutu, keberhasilan itu merupakan tanggung jawab bersama. Secara otomatis, maka piramida kepemimpinan mutu menggambarkan perubahan peran para profesional pendidikan sekarang ini. Apabila digambarkan , maka kepemimpinan mutu di madrasah adalah sebagai berikut:

Masyarakat

Siswa Orang Tua

Guru Staf

Administrator Pengawas Dewan Madrasah

. Arti Penting Pemimpin Dalam Mengembangkan budaya Mutu

Meskipun dalam pendidikan mutu tingkat keberhasilan di ukur pada keberhasilan masing-masing individu dalam melaksanakan tugasnya, akan tetapi seorang pemimpin dalam pendidikan mutu tetap di butuhkan.

Pemimpin dalam institusi madrasah yang menerapkan pendidikan mutu terpadu memiliki fungsi utama yaitu sebagai berikut;

· Memiliki visi mutu teradu sebagi institusi;

· Memiliki komitmen yang jelas terhadap proses peningkatan mutu;

· Mengkomunikasikan pesan mutu;

· Memastikan kebutuhan pelanggan menjadi pusat kebijakan dan praktek institusi;

· Mengarahkan perkembanngan karyawan;

· Berhati-hati dengan tidak menyalahkan orang lain, saat permasalahan muncul tanpa bukti-bukti yang nyata. Kebanyakan persoalan yang muncul adalah hasil dari kebijakan institusi dan bukan kesalahan staff;

· Memimpin inovasi dalam institusi;

· Mampu memastikan bahwa sruktur organisasi secara jelas telah mendefinisikan tanggung jawab dan mampu mempersiapkan delegasi yang tepat;

· Memiliki komitmen untuk menghilngkan rintangan, baik yang bersifat organisasional maupun kultural;

· Membangun tim yang efektif

· Mengembangkan mekanisme yang tepat untuk mengawasi dan mengevaluasi kesuksesan.[9]

B. Kerja Tim Bagi Mutu Pendidikan Di Madrasah

Dalam setiap institusi/ lembaga/madrasah dsb, setiap pekerjaan dibagi berdasarkan kemampuan yang dimiliki masing-masing individu.Dalam sekolah/madrasah spesifikasi kerja disusun oleh kepala sekolah/ madrasah atau staff senior lainnya secara bersama-sama. Spesifikasi kerja tersebut hanyalah merupakan starting poin negoisasi peran, yang merupakan suatu proses berkelanjutan yang melibatkan seluruh angota pemegang jabatan.[10] Oleh karena pembagian kerja pada masing-masing individu atupun kelompok sesuai dengan spesifikasi bidang yang dimilikiya, maka kerja tim merupakan hal yang sangat diharapkan dan memiliki peran yang sangat penting.

a. Pentingnya Kerja Tim dalam Pendidikan madrasah

Sebuah organisasi yang terlibat dalam TQM (Total Quality Management) akan memperoleh manfaat dengan memiliki tim-tim yang efektif di semua tingkatan. Dalam beberapa sektor pendidikan, tim telah dikembangkan sebagai unit dasar dari penyampaian kurikulum dan dengan demikian pendidikan memiliki sebuah awal yang baik mengingat kerja tim adalah sebuah fakta yang telah terbukti berhasil. Langkah awal tersebut memungkinkan institusi pendidikan memiliki pondasi yang kuat untuk membangun TQM.[11]

Madrasah yang salah sattu institusi pendidikan Islam harus mampu mengoptimalkan kinerja tim yang dimiliki. Kerja tim yang solid akan memberikan kemudahan pada lembaga dalam mengatur roda pendidikan yang dijlankan. Kesadaran tim yang dimiliki merupakan kunci utama dalam mencapai hasil yang di cita-citakan.

b. Peran Tim Proyek

Dalam penegakan TQM, tim tidak hanya berfungsi menjalankan tugas tertentu. Disamping menjalankan fungsi tim yang memnag sangat penting tersebut, tim juga bisa digunakan untuk mencapai proyek yanh spesifik. Proyek ad-hoc dan berjangka pendek serta tim peningkatan merupakan elemen kunci dalam meningkatkan mutu. Dengna melibatkan jumlah maksimum orang dalam proses mutu terpadu, sebuah tim memiliki sebuah nilai tambah.[12]

Tim harus mampu menjadi motivator dalam peningkatan mutu. Dalam lembaga madrasah tim harus mampu menjadi motor penggerak dari kinerja madrasah. Madrasah yang menerapkan TQM harus memahami betul bahwa bahwa TQM adalah sebuah kumpulan tim yang saling melengkapi.[13]

c. Tim Sebagai Dasar Bangunan Mutu

Tim yang harmonis dibutuhkan dalam upaya peningkatan mutu. Peningkatan mutu adalah sebuah kerja keras, dan mendapatkan dukunagn semua pihak adalah pendekatan terbaik dalam menangani hal tersebut.[14]

Dalam madrasah yang menerapkan TQM, madrasah harus memahami akar fungsi tim yang di bentuk. Sebagai contoh adalah tim yang dibentuk untuk penyususnan mata pelajaran. Tim ini dibentuk agar memiliki fungsi penting yang mencangkup;[15]

  • Bertanggung jawab pada mutu pembelajaran

· Bertanggung jawab pada pemanfatan waktu para guru, material, serta ruang yang dimanfaatkan.

· Menjadi sarana untuk mengawasi , megevaluasi, dan meningkatkan mutu.

· Bertindak sebagi penyalur informasi kepada pihak manajemen tentang perubahan-perubahan yang diperlukan dalam proses peningkatan mutu.

d. Tahap-tahap Formasi Tim

Kerja tim harus didasrkan rasa saling percaya dan hubungan yang solid. Ketika tim memiliki identitas dan tujuan, maka ia dapat secar efektif menjalankan fungsinya.[16] Keefektifan kerja tim akan mendorong dan membawa sebuah institusi menuju tujuann yang di cita-citakan.

Pada kenyataan setiap tim membutuhkan waktu dan tahap dalam perkembangannya. Menurut B.W Tukcman sebagaimana di kutip oleh Edward Salis, setidaknya ada empat tahap tantangan, penataan noram, dan kerja keras.

e. Tim yang Efektif

Ukuran efektifitas tim sangat menentukan operasinya dilapangan. Agar tim bisa berjalansecara efektif, ada beebrapa hal yang perlu di ingat antara lain;

· Tim membutuhkan tujuan yang jelaqs;

· Sebuah tim membutuhkan sumberdaya-sumberdaya dasar untuk beroperasi.

· Sebuah tim perlu mengetahui tanggung jawab dan batas-batas otoritasnya.

· Sebuah tim memmerlukan rencana kerja.

· Sebuah tim memerlukanseperangkat alat untuk bekerja.

· Tim perlu menggunaka alat-alat yang tepat untuk mengatasi masalah dan menemukan solusi.

· Tim perlu mengembangkan sikap tim yang baik dan bermanfaat.

f. Lingkaran Mutu

Bagi seabgaian orang, mutu sinonim dengan lingkatan mutu. Lingkaran mutu merupakan cara penting dari metode kontrol mutu terpadu ( Total Quality Control) Jepang. Filosofi TQC Jepang sebenarnya merupakan perpaduan antara ide-ide kontrol proses statistik Deming dengan lingkaran mutu. Adapaun ilustrasi dari lingkaran mutu adalah

Kepemimpinan

Strategi

Sistem

Alat – alat Mutu

Evaluasi

Motivasi Staff

Tim – tim Kerja

Pengalaman Pelajar

Ligkaran mutu di

pertimbangkan sebagai bagian penting dari proses mutu di Jepang. Akan tetapi tidak di Barat. Hal ini mungkin ada hubungannya dengan kesan sukarela dan lembur yang tidak sesuai dengan budaya industri di Barat. Di Barat, tim dan kerja tim lebih ditekankan daripada lingkaran mutu.

Menurut Isikhawa, lingkaran mutu memiliki tujuan sebagai berikut;

1. memberi kontribusi pada peningkatan dan pengenbangan perusahaan.

2. menghormati kemanusiaan dan membangun sebuah kebahagiaan yang layak serta wilayah kerja yang bermanfaa

3. melatih kemampuan manusia secar maksimal, dan mengurangi kemungkinan yang tidak terbatas.

BAB III

PENUTUP

Dari pemaparan makalah diatas, dapat kita ambil garis basar diantaranya;

  1. Pemimimpin dalam mutu adalah orang yang mengukr keberhasilan individu-individu dalam organisasinya.
  2. Meskipun dalam mutu keberhasilannya di ukur dengan keberhasilan individu-idividu dalam organisasi, akan tetapi seorang pemimpin tetap di butuhkan dalam mutu.
  3. Dalam mutu kerja tim merupakan faktor yang sangat penting, untuk mencapai tujuan yang di cita-citakan.
  4. Dalam kerja tim dibutuhkan rasa saling percaya secara penuh. Rasa saling percaya akan mendorong adanya kinerja masing-masing tim secara maksimal.

DAFTAR RUJUKAN

1. Arcaro, Jerame S, Pendidikan Berbasis Mutu, ( Yogyakarta; Pustaka Pelajar,2007)

2. Bush,Tony & Marianne Colean, Leadership and Strategic Management In Education, (Yogyakarta:IRCi Sod,2006) III

3. Fatoni, Ahmad, Kepemimpinan Pendidikan Islam, (Tulungagung: STAIN,2008)

4. Mulyasa, Manajemen Berbasis Mutu, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya ,2004)

5. Purwanto, Ngalim, Administrasi dan Supervisi Kependidikan (Bandung: PT.Remaja Rosdakarya,2003)

6. Sagala,Saiful, Administrasi Pendidikan Kontemporer (Bandung: Alfabeta,2005)

7. Salis, Edward, Total Quality Management in Education (Yogyakarta:IRCiSod, 2006)

8. Wahjosumijo, Kepemimpinan Kepala Sekolah, (Jakarta: Raja Grafindo Persada,2003)


Tinggalkan sebuah Komentar so far
Tinggalkan komentar



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s



%d blogger menyukai ini: